Indomitra Product & Layanan Manajemen Hubungi Kami  
 
Info Saham
Ulasan & Prediksi
Financial Report
Berita Emiten
Fixed Income
Makro
Daily Report
Pasar Modal ?
webmail
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

BERITA EMITEN

Tanggal Update : 14 SEPTEMBER 2009

 

 

 

PT ANCORA RESOURCES TBK (OKAS)

PT Ancora Resources Tbk (AR) dan PT Ancora Indonesia Resources Tbk (AIR) terkena denda oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sebesar Rp 1,08 miliar. Induk dan anak perusahaan ini terbukti melakukan pelanggaran Undang-undang pasar modal.Hal ini disampaikan Kepala Biro Hukum & Perundang-Undangan  Bapepam-LK Robinson Simbolon hari ini (11/9/2009) di kantornya Jakarta.Bapepam-LK menetapkan denda kepada PT AR sebesar Rp 500 juta, terkait pelanggaran administratif dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) atas pembelian saham PT TD Resources. PT AR juga melanggar peraturan Bapepam-LK No. IXE.1.Pada RUPSLB, PT AR terbukti sebagai pihak yang membiayai keenam pemegang saham independen lainnya, guna kepemilikan saham PT TD Resources (kemudian berganti nama menjadi PT AIR).PT AR pada saat itu tercatat sementara sebagai pihak manfaat (beneficial owner ) dari keenam pemilik saham laianya. PT AR pun merupakan pihak yang terafiliasi dengan PT AIR (PT TD Resources). Dengan terafiliasinya PT AR, maka dia tidak berhak hadir dan ikut dalam pengambilan suara rapat.Berdasarkan ketentuan dalam RUPSLB, tiap-tiap pemegang saham berhak atas satu suara. Namun karena seluruh pemilik saham independen berada di bawah kendali PT AR, maka hak suara mereka hilang. Hal ini dianggap menyalahi aturan Bapepam-LK. RUPSLB pun dinyatakan tidak quorum.Bapepam-LK pun mengenakan pembebanan Rp381 juta kepada PT AR. Beban ini sebagai denda atas pelanggaran PT AR karena tidak melaporkan 27 transaksi yang mengakibatkan perubahan kepemilikan sahamnya di PT AIR (dulunya bernama PT TD Resources).Kesalahan atas lalainya melaporkan transaksi ini tercantum pada peraturan Bapepam no.X.M.1.Di sisi lain, PT AIR sebagai induk usaha PT AR juga terkena denda dari Bapepam-LK. Total denda yang harus ditanggung PT AIR berjumlah Rp 200 juta. Emiten berkode OKAS ini terbukti tidak memisahkan laporan keuangannya, saat pembelian saham  PT Multi Nitrotama Kimia (MNK).Pembelian saham PT MNK yang berasal dari Acora Mining Service, dianggap menyalahi metode pengaturan kepemilikan, sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.38. Dalam PSAK ini diatur tentang akuntansi restrukturisasi entitas si pengendali.PT AIR juga telah melakukan pergadangan yang menyalahi UU Pasar Modal No.8 tahun 1995, khususnya pasal 69 ayat 1. Kesalahan lain yang dibuat PT AIR adalah pencantuman nama bank yang menyimpan kas mereka. Yang seharusnya Bank Permata keliru menjadi CIMB-GK."Kami memberi waktu 30 hari kepada Ancora untuk melunasi denda tersebut, yang berlaku efektif sejak kemarin (10/9/2009)," ujar Robinson.AIR merupakan perusahaan pengambil alih TD Resources dengan mekanisme backdoor listing . Prosesnya dilakukan melalui mekanisme right issue dengan menerbitkan sejumlah saham baru.AIR resmi menjadi pengendali utama TD Resources Tbk sejak Oktober 2008. Ancora menguasai 85,24 persen saham melalui penawaran umum terbatas.Awalnya AIR hanya memiliki 18,84 persen saham TD Resources. Melalui right issue tersebut perseroan menambah kepemilikan saham menjadi 832,50 juta lembar, sehingga porsi kepemililikan naik menjadi 85,24 persen.

 

PT LIPPO CIKARANG TBK (LPCK)

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) optimis bisa meraih pertumbuhan kinerja yang lebih tinggi sampai akhir tahun 2009. Sampai akhir semester pertama 2009 perseroan sudah menjual 341 unit rumah atau naik 14,8 persen ketimbang tahun 2008 sebanyak 297 unit. Pendapatan usaha diperkirakan lebih tinggi dari tahun lalu namun perkiraan angkanya belum bisa diungkapkan. Disisi lain, dalam rangka memacu pendapatan, perseroan juga akan meluncurkan produk rumah tipe menengah sebanyak 259 unit dan unit perumahan tipe kelas atas di kawasan "The Elysium Residence" klaster ("cluster") ketiga sebanyak 292 unit. 

 

PT KALBE FARMA TBK ( KLBF)

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memperkirakan pertumbuhan penjualan berkisar antara 11 persen hingga 13 persen di tahun 2009 atau setara dengan Rp8,9 trilyun. Sementara pertumbuhan bottom line diharapkan bisa mencapai di atas 12 persen. Artinya rata-rata pendapatan per kuartalnya ditargetkan mencapai Rp2 trilyun walaupun riilnya bisa saja berkisar Rp800 milyar sampai Rp825 milyar.

 

Disclaimer :

Dokumen ini hanya sebagai informasi untuk anda,dipersiapkan oleh PT. IndoMitra Securities. Kami tidak menganjurkan tindakan apapun atas dasar dokumen ini. Dokumen ini bukan dan tidak boleh diartikan sebagai penawaran untuk menjual atau membeli suatu efek. Pendapat yang ada hanyalah pendapat kami pada saat ini saja. Dokumen maupun sesuatu yang termuat didalamnya tidak merupakan dasar suatu kontrak atau komitmen apapun. Dokumen ini telah disusun dan disimpulkan berdasarkan data-data yang menurut kami dapat dipercaya, tetapi tidak menyatakan bahwa data tersebut akurat atau lengkap. Kami tidak menyatakan, menjamin atau menjanjikan mengenai kecukupan, keakuratan, kelengkapan atau kewajaran dari fakta, opini, perkiraan, ramalan atau informasi lain yang termuat dalam dokumen ini atau informasi lebih lanjut dan juga atas sesuatu keputusan investasi yang didasarkkan pada dokumen ini. Informasi dan opini yang termuat dalam dokumen ini diberikan menurut keadaan pada tanggal laporan ini dan dapat dirubah tanpa pemberitahuan sewaktu-waktu.

 

Indonesia Stock Exchange

 

 

Nickel

 

 

 

Lead